Aku lahir di sebuah kota besar yang selalu sibuk bahkan sebelum matahari benar-benar tinggi. Jalanannya sudah ramai sejak pagi, dipenuhi kendaraan yang bergerak perlahan seperti barisan panjang yang tak pernah selesai berbaris. Gedung-gedung berdiri dengan wibawa, sebagian tampak baru dan percaya diri, sebagian lain menyimpan jejak masa lalu yang belum sepenuhnya pergi. Orang-orang berjalan cepat dengan wajah serius, seolah setiap hari adalah perjuangan untuk membangun sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri.
Udara kota itu hangat, kadang terasa berat, seakan membawa campuran harapan dan kelelahan generasi yang terus berganti namun menghadapi persoalan yang mirip. Di sudut-sudutnya terdengar percakapan tentang masa depan, tentang kemajuan, tentang kekuatan bangsa — pembicaraan yang terasa relevan entah itu kemarin atau hari ini.