Dulu sekitar tahun 2009 saya bermain game online, nah digame tersebut (seal online) ada 4 jenis batu permata untuk memperkuat pakaian dan senjata. Berikut 4 jenis batu permata tersebut yaitu crystal, ruby, diamond dan pink diamond. Dari keempat batu permata di game tersebut, yang menarik bagi saya yaitu batu permata Ruby. Ruby sendiri biasa dipakai oleh para raja dan petinggi negara karena memiliki warna yang terkesan jantan dan menarik serta bervariasi, ada yang merah muda sampai dengan merah darah.
Negara Penghasil Ruby
Myanmar
Negara yang dulunya bernama Burma ini diketahui sudah menjadi penghasil batu ruby sejak berabad-abad silam yang lalu. Di Myanmar ada satu kawasan yang bernama Mogok yang menjadi daerah penghasil batu ruby terbaik dan mengandung batu mulia yang cukup tinggi. Dari Mogoklah batu ruby yang menyerupai darah merpati atau sering disebut pigeoon bood ditemukan. Batu jenis ini adalah jenis ruby terbaik yang paling berharga di dunia.
Sri Lanka
Batu ruby yang berasal dari negara ini terletak di daerah barat daya yaitu di distrik Ratnapura. Batu ruby dari Sri Lanka biasanya berwarna merah muda atau dikenal dengan sebutan ’red raspberry’. Batu ruby yang berasal dari Srilanka juga termasuk batu ruby yang berkualitas dan bernilai jual tinggi.
Madagaskar
Negara kaya dari Afrika ini sempat menghebohkan di awal tahun 90-an. Pasalnya, di negara tersebut pernah ditemukan bongkahan batu ruby yang cukup besar. Daerah dilepas pantai Mozambik yang menjadi awal ditemukannya batu ruby itu kini telah menjadi salah satu daerah penghasil ruby terkemuka di dunia.
Thailand
Negara gajah putih juga menjadi penghasil batu ruby yang terbilang cukup banyak. Terletak di wilayah Chanthaburi yang banyak menghasilkan batu ruby dengan warna merah kecokelatan atau merah keunguan. Walau terkenal sebagai daerah penghasil ruby, belakangan produktivitas ruby di Thailand ini menurun, dan Chanthaburi sekarang lebih dikenal sebagai pusat untuk pengolahan dan perdagangan batu permata.
Tanzania
Tepatnya di kawasan Sungai Umba di barat laut wilayah Tanzania terdapat sumber batu ruby yang memiliki warna merah kecokelatan atau merah keunguan. Disana banyak juga ditambang batu ruby yang berwarna buram atau opaque. Jenis batu ini terbilang langka yang mengakibatkan harganya juga tinggi.
Jenis Ruby
Di Indonesia,
batu permata ruby biasa disebut orang-orang yaitu batu mirah delima.
Nah tapi hati-hati dalam memilih batu ini karena ada dua jenis batu
merah ini, yaitu:
- Batu natural adalah batu permata yang terbuat secara alami oleh Alam, batu ini diperoleh secara alami kemudian dibentuk sebagai batu permata.
- Batu sintetis adalah batu permata yang dibuat secara Laboratorium, bahan materialnya sama dengan batu yang Natural atau origin.
Czar Nicholas II wear Imperial Crown of Russia
Mengetahui Keaslian Ruby
Untuk mengetahui Ruby itu asli ataupun sintetis, kita bisa melakukan uji coba di laboratorium gemologi dan akan diterbitkan memo ataupun sertifikat keaslian batu permata tersebut. Setelah memo ataupun sertifikat terbit maka ada comment di kartu tersebut, biasanya comment tersebut berisi catatan treatment yang telah dilakukan terhadap batu permata yang kita miliki.
Berikut ini contoh kode-kode treatment yang sering keluar atau ditampilan pada memo atau sertifikat gems lab:
NTD: No Treatment Detected (tidak ada treatment pada batu yang terdeteksi)
H: Heat only with very small amount of risidue (panas hanya dengan jumlah residu yang sangat sedikit)
H-a: Heated with minor risidue (dipanaskan dengan residu sedikit)
H-b: Heated with moderate risidue (dipanaskan dengan residu moderate)
H-c: Heated with severe risidue (dipanaskan dengan residu parah)
H-be: Heated with berylium content (dipanaskan dengan konten berylium)
HP: Heating and Pressure (pemanasan dan tekanan)
R: Iridiated (iridiasi)
U: Diffusion (penyinaran)
F: Filled with foreign material (diisi dengan bahan asing)
GF: Glass and Filled (terisi kaca)
D: Dyed (dicelup ke cairan kimia)
MCD: Minor Color Enhancement (ada proses peningkatan warna)
B: Bleached (ada bahan penutup pori yang transparan)
I: Impregnation (ada proses pengembangan)
O: Oiled (ada campuran minyak)
L: Lasering (pemanasan laser)
W: Waxing (terdeteksi lilin)
S: Smoked (proses pengasapan)
C: Coated (mempergelap warna dengan cara pelapisan permukaan dengan pewarna)
DBLT: Doublet (dua bahan materi yang berbeda dipadukan menjadi satu)
TPLT: Triplet (tiga bahan yang berbeda dipadukan menjadi satu)
Kalimat paling bawah tertulis No Indications of any treatments yang berarti Ruby tersebut masih alami tanpa ada proses perawatan yang dilakukan, ruby yang seperti ini apabila sudah terbentuk indah tanpa perawatan bisa memiliki nilai jual yang tinggi.
Merawat Ruby
Menjaga ataupun merawat Ruby lebih mudah daripada menjaga hati. Untuk perawatan Ruby tidak ada yang spesial, karena yang spesial cuma kamu. Iya kamu yang lagi penasaran kepoin tentang saya. Hanya saja dibutuhkan ketelitian dan ketekunan untuk menjaga keindahan warna batu ruby ini agar warnanya semakin cantik. Berikut Tips nya:
- Simpan ditempat yang tidak bercampur dengan barang lainnya.
- Sebelum disimpan, ada baiknya dibungkus dahulu menggunakan kain.
- Bersihkan secara rutin minimal 2 minggu sekali dengan air mineral ataupun dengan cairan pembersih batu permata yang bisa kamu dapatkan di toko batu permata.
- Gosok menggunakan kain yang halus, apabila kamu ragu maka kamu bisa mendatangi toko batu permata untuk cuci dan poles batu.
Sumber:
- https://islamqa.info/id/answers/139540/di-jemari-manakah-rasulullah-sallallahu-alaihi-wasallam-memakai-cincinnya
- https://cncphoneshop.blogspot.com/2015/04/beberapa-jenis-treatment-batu-permata.html
- https://id.wikipedia.org/wiki/Mirah_delima
- https://zulkarnain.wordpress.com/2015/02/13/ruby-artinya-natural-sedangkan-ruby-siam-artinya-ruby-sintetik/
- https://www.permatastar.com/mengenal-tentang-batu-ruby/






0 comments:
Posting Komentar