Get me outta here!

Ciri Ciri Cowok Modus

Ilustrasi Cinta Sesungguhnya (bukan Modus)

Jadi dulu, sekitar tahun 2014, saya iseng bikin artikel di Blogspot. Niat awalnya sih sederhana… cuma mau nyindir kelakuan teman sekelas yang tiap hari selalu punya cara baru buat modus. Kreatif sih, tapi ya… kreatifnya ke arah yang meresahkan.

Belajar Tentang Batu Ruby Untuk Pemula

Dulu sekitar tahun 2009 saya bermain game online, nah digame tersebut (seal online) ada 4 jenis batu permata untuk memperkuat pakaian dan senjata. Berikut 4 jenis batu permata tersebut yaitu crystal, ruby, diamond dan pink diamond. Dari keempat batu permata di game tersebut, yang menarik bagi saya yaitu batu permata Ruby. Ruby sendiri biasa dipakai oleh para raja dan petinggi negara karena memiliki warna yang terkesan jantan dan menarik serta bervariasi, ada yang merah muda sampai dengan merah darah.



Cara Membedakan Airpods Asli dan Palsu

Nah.. seiring berlalu bergulirnya waktu diikuti perkembangan zaman, dengan teknologi yang canggih jadi semakin mudah untuk memalsukan barang. Yaps, dari sepatu, baju, elektronik sampai dengan teknologi tempur pun bisa ditiru saat ini, edepan dan bahkan seterusnya sampai dengan dimana akan terjadi krisis besar di bumi ini.

Ayo Hidup Sehat

Kita selalu punya alasan untuk menyalahkan—pemerintah, cuaca, atau nasib. Tapi tidak pernah cukup berani untuk menatap sumber masalah yang paling dekat: diri kita sendiri. Air yang masuk ke rumah itu bukan sekadar banjir. Ia adalah kiriman balik dari apa yang kita buang tanpa pikir panjang. Sungai dan laut tidak pernah benar-benar menolak—mereka hanya menunggu waktu untuk mengembalikan semuanya. 

Ironisnya, sebagai suku Lampung, kita pernah diajarkan bahwa way yaitu sungai atau air adalah kehidupan. Sungai bukan tempat sampah, melainkan tempat suci, tempat kita bergantung, bahkan tempat dari mana kita minum. Tapi lihat sekarang—kita mencemarinya dengan tangan sendiri, lalu marah ketika air yang sama datang kembali tanpa ampun. Kita lupa, atau mungkin sengaja lupa, bahwa kehancuran sering kali dimulai dari kebiasaan kecil yang terus kita anggap sepele. Jadi sebelum menunjuk ke luar, mungkin ada baiknya kita belajar malu pada diri sendiri. Karena perubahan tidak pernah lahir dari teriakan, tapi dari kesadaran yang pelan-pelan diperbaiki. Dan jika kita masih menganggap sungai sebagai sumber kehidupan, maka seharusnya kita juga tahu bagaimana cara menghormatinya.

Anak yang Merasa Ditakdirkan Memimpin

Aku lahir di sebuah kota besar yang selalu sibuk bahkan sebelum matahari benar-benar tinggi. Jalanannya sudah ramai sejak pagi, dipenuhi kendaraan yang bergerak perlahan seperti barisan panjang yang tak pernah selesai berbaris. Gedung-gedung berdiri dengan wibawa, sebagian tampak baru dan percaya diri, sebagian lain menyimpan jejak masa lalu yang belum sepenuhnya pergi. Orang-orang berjalan cepat dengan wajah serius, seolah setiap hari adalah perjuangan untuk membangun sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri.

Udara kota itu hangat, kadang terasa berat, seakan membawa campuran harapan dan kelelahan generasi yang terus berganti namun menghadapi persoalan yang mirip. Di sudut-sudutnya terdengar percakapan tentang masa depan, tentang kemajuan, tentang kekuatan bangsa — pembicaraan yang terasa relevan entah itu kemarin atau hari ini.

Cara Bebas dari Beban Hidup

Kendalikanlah hati agar tidak gampang mengeluh, apalagi saat beban hidup terasa berat. Memang sih, kadang rasanya hidup ini seperti lagi angkat galon pakai satu tangan—berat, goyang, dan sedikit drama. Tapi mungkin, justru karena itu Allah melihat kamu cukup kuat untuk menjalaninya.

Sebab, ujian, musibah, dan segala masalah yang datang ke hidupmu itu sudah “diukur” sesuai kemampuan. Jadi kalau hari ini rasanya berat banget… ya mungkin kamu lagi naik level. Versi kehidupan dari “hard mode unlocked”.

Maka bersabarlah. Karena setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Walaupun kadang kemudahannya datangnya kayak paket online—katanya “segera tiba”, tapi kita tetap nunggu sambil ngecek status terus.

Daripada kamu pusing mikirin dunia yang gak ada habisnya ini (iya, ini bukan game yang bisa di-skip cutscene-nya), mending mulai cari hal yang bikin hati lebih adem. Salah satunya? Nambah teman. Tenang, bukan yang PHP—coba deh pelihara hewan.

Karena mereka gak akan nyakitin kamu… paling cuma nyakar dikit, atau ngabisin makanan tanpa izin. Tapi setidaknya, mereka gak bikin overthinking tengah malam.

Eits, selain itu ternyata banyak juga manfaat punya hewan peliharaan, loh. Beneran bermanfaat atau cuma nambah beban hidup versi lucu? Yuk kita bahas, bener apa enggaknya nih… 


1. Menjadi Teman Curhat
Untuk kamu yang masih jomblo, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan memelihara hewan. Lumayan, bisa jadi tempat curhat tanpa takut di-ghosting.

Memang sih, mereka mungkin nggak paham isi curhatanmu, apalagi sampai kasih solusi. Tapi justru itu kelebihannya—mereka gak akan nyela, gak akan bilang “kamu sih…”, dan yang paling penting… gak akan nyebarin cerita kamu ke orang lain.

Hewan peliharaan itu pendengar setia. Mereka akan tetap di situ, dengerin kamu ngomong panjang lebar, meskipun dalam hati mungkin mereka cuma mikir, “ini orang ngomong apa sih, makan kapan?” 



Cara Memaafkan

Cari tau kebenaran
kalo kata intel mah gini: analisislah semua informasi yang kamu serap dan filterisasi apa yang kamu dapat dengan menggunakan logika yang kuat dan sehat, jangan hanya terburu nafsu atau menutup mata dengan informasi yang kamu dapatkan. Ini penting untuk kamu dalam melakukan langkah selanjutnya.