Jadi dulu, sekitar tahun 2014, saya iseng bikin artikel di Blogspot. Niat awalnya sih sederhana… cuma mau nyindir kelakuan teman sekelas yang tiap hari selalu punya cara baru buat modus. Kreatif sih, tapi ya… kreatifnya ke arah yang meresahkan.
Ciri Ciri Cowok Modus
Belajar Tentang Batu Ruby Untuk Pemula
Cara Membedakan Airpods Asli dan Palsu
Ayo Hidup Sehat
Anak yang Merasa Ditakdirkan Memimpin
Cara Bebas dari Beban Hidup
Kendalikanlah hati agar tidak gampang mengeluh, apalagi saat beban hidup terasa berat. Memang sih, kadang rasanya hidup ini seperti lagi angkat galon pakai satu tangan—berat, goyang, dan sedikit drama. Tapi mungkin, justru karena itu Allah melihat kamu cukup kuat untuk menjalaninya.
Sebab, ujian, musibah, dan segala masalah yang datang ke hidupmu itu sudah “diukur” sesuai kemampuan. Jadi kalau hari ini rasanya berat banget… ya mungkin kamu lagi naik level. Versi kehidupan dari “hard mode unlocked”.
Maka bersabarlah. Karena setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Walaupun kadang kemudahannya datangnya kayak paket online—katanya “segera tiba”, tapi kita tetap nunggu sambil ngecek status terus.
Daripada kamu pusing mikirin dunia yang gak ada habisnya ini (iya, ini bukan game yang bisa di-skip cutscene-nya), mending mulai cari hal yang bikin hati lebih adem. Salah satunya? Nambah teman. Tenang, bukan yang PHP—coba deh pelihara hewan.
Karena mereka gak akan nyakitin kamu… paling cuma nyakar dikit, atau ngabisin makanan tanpa izin. Tapi setidaknya, mereka gak bikin overthinking tengah malam.
Eits, selain itu ternyata banyak juga manfaat punya hewan peliharaan, loh. Beneran bermanfaat atau cuma nambah beban hidup versi lucu? Yuk kita bahas, bener apa enggaknya nih…
1. Menjadi Teman Curhat
Memang sih, mereka mungkin nggak paham isi curhatanmu, apalagi sampai kasih solusi. Tapi justru itu kelebihannya—mereka gak akan nyela, gak akan bilang “kamu sih…”, dan yang paling penting… gak akan nyebarin cerita kamu ke orang lain.
Hewan peliharaan itu pendengar setia. Mereka akan tetap di situ, dengerin kamu ngomong panjang lebar, meskipun dalam hati mungkin mereka cuma mikir, “ini orang ngomong apa sih, makan kapan?”






