Jadi dulu, sekitar tahun 2014, saya iseng bikin artikel di Blogspot. Niat awalnya sih sederhana… cuma mau nyindir kelakuan teman sekelas yang tiap hari selalu punya cara baru buat modus. Kreatif sih, tapi ya… kreatifnya ke arah yang meresahkan.
Lucunya, modus dia ini gak pernah basi. Dari dulu sampai sekarang, rasanya masih bisa dipakai—ibarat template, tinggal ganti nama, jalan lagi.
Eh, dari keisengan yang tidak direncanakan ini, ternyata blog saya malah sering dikunjungi orang. Mungkin banyak yang merasa, “loh, ini kok mirip orang yang saya kenal ya?” ๐
Nah, karena itulah… dengan penuh rasa nostalgia (dan sedikit rasa ingin membuka aib lama), saya putuskan untuk menerbitkan kembali postingan legendaris ini.
Selamat mempelajari… siapa tahu kamu menemukan sesuatu yang familiar ๐
Saya mau berbagi pengalaman tentang berbagai modus seorang pria. Kebetulan, “profesi” ini sudah cukup lama digeluti oleh teman saya—bisa dibilang bukan lagi coba-coba, tapi sudah level profesional.
Dari hasil pengamatan saya (yang tentu saja sangat ilmiah dan penuh dedikasi ๐), gerak-geriknya selalu menarik untuk dipelajari. Dan yang lebih mengagumkan… tingkat keberhasilannya juga konsisten. Seperti punya SOP sendiri.
Modus-modus di bawah ini bisa dibilang sudah sangat populer di berbagai belahan dunia. Bukan cuma di sekitar kita saja, mungkin di Kutub Utara pun, para penguin sudah mulai curiga dengan pola yang sama.
Jadi, kalau kamu merasa pernah melihat atau mengalami hal yang “kok mirip ya”… tenang, kamu tidak sendirian ๐
1. Sering nanya walau gak terlalu penting
Awalnya kelihatan biasa aja, tapi lama-lama berubah jadi perhatian kecil yang “dipaksakan”. Dari nanya kabar, lanjut nanya makan, sampai ujung-ujungnya sok peduli tingkat dewa.
Ada juga tipe yang pura-pura nanya tugas ke target, padahal… temannya yang duduk di sebelahnya sudah selesai dan siap ditanya kapan saja. Tapi ya namanya juga usaha, yang dekat diabaikan, yang jauh diperjuangkan.
Modus? Oh jelas. Tapi ya… kreatif juga sih ๐
2. Sering deket-deket kamu
Padahal, si cewek bisa aja lagi bad mood, lagi pengen sendiri, atau bahkan sudah masuk mode “jangan ganggu, saya berbahaya”. Tapi si pelaku? Tetap maju tanpa takut.
Biasanya sih, ini jurus andalan cowok-cowok “berpengalaman”—yang levelnya sudah bukan coba-coba lagi, tapi hampir seperti punya jam terbang.
3. Sering Jadi teman Curhat
4. Sok Perhatian banget
Biasanya dilakukan dengan cara memberi perhatian berlebihan. Mulai dari beliin makanan, isiin kuota internet, kasih kado, sampai siap jadi “bodyguard dadakan” kalau si cewek lagi ada masalah.
Lucunya, kadang si cowok ini bahkan gak tahu masalahnya apa… tapi tetap pasang badan. Yang penting satu: pujaan hati harus selalu terlihat diperjuangkan, walaupun logikanya ditinggal dulu di rumah.
5. SKSD (Sok Kenal Sok Dekat)
Modusnya simpel: pura-pura kenal duluan biar ada celah buat ngobrol. Si cowok datang dengan penuh percaya diri, seolah-olah sudah pernah kenal sebelumnya.
Padahal? Ya jelas beda. Tapi ya namanya juga usaha—yang penting obrolan sudah kebuka, sisanya tinggal improvisasi.
Biasanya dipakai saat si cowok sudah merasa “zona rawan ditolak”, jadi dia ambil jalur aman: “yaudah deh, kita kakak-adikan aja.” Kedengarannya tulus, padahal di balik itu ada misi jangka panjang.
Dengan status kakak-adikan, dia bisa tetap dekat tanpa menimbulkan kecurigaan. Mau chat? Aman. Mau perhatian? Halal (katanya). Mau selalu ada? Tinggal bilang, “kan aku kakak kamu.”
Tapi yang bikin lucu, kadang perasaannya gak ikut status. Di mulut bilang kakak, di hati… ya kamu tahu sendiri ๐
Ini sih bukan sekadar hubungan, tapi lebih ke… strategi bertahan sambil menunggu kesempatan.
Nah, itu dia beberapa modus legendaris yang sering dipakai—dari yang halus sampai yang niatnya sudah kelihatan dari jarak 5 meter. Kalau dibahas satu-satu, sebenarnya masih banyak lagi… karena kreativitas manusia itu memang tidak ada batasnya, apalagi kalau urusan pendekatan.
Tapi ya, tidak semua modus itu buruk. Kadang di balik usaha yang terlihat “niat banget”, sebenarnya cuma ada seseorang yang lagi berusaha diperhatikan—walaupun caranya agak nyeleneh.
Jadi, kalau kamu pernah jadi “target”, sekarang sudah lebih paham kan? Tinggal pilih saja: mau pura-pura gak sadar, ikut alur, atau langsung bilang, “mas, ini modus ya?” ๐
Dan kalau kamu merasa pernah melakukan salah satu dari modus di atas… tenang, kamu tidak sendiri. Banyak kok. Banyak banget malah.







ngakak liat fotonya bang
BalasHapus